By Agiel Prakoso and Linda Rosalina (TuK Indonesia)
from Pantau Gambut
Pantau Gambut and Transformasi untuk Keadilan (TuK) published a report on the results of a joint research related to the investment provided by Bank Rakyat Indonesia (BRI) to 6 groups of oil palm, pulp and paper companies. These companies are suspected of having committed violations of peat protection commitments.

BRI merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang menyalurkan dananya kepada beberapa grup ternama di Indonesia yang memproduksi minyak sawit, bubur kertas dan kertas. Beberapa diantaranya bahkan merupakan korporasi yang sering tersandung kasus karhutla hebat yang terjadi setiap musim kemarau. Jika dilihat dari distribusi penyaluran kredit kepada perusahaan, selama periode tahun 2016 sampai dengan Desember 2021, BRI telah memberikan pembiayaan kepada 15 grup perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit dan bubur kertas dan kertas. 

Pembahasan ini akan menunjukkan pelanggaran komitmen perlindungan gambut yang terjadi pada enam grup (anak perusahaan dan afiliasinya) berdasarkan hasil tinjauan di lapangan. Enam grup tersebut adalah; Sinar Mas Group (SMG), Royal Golden Eagle (RGE), Sampoerna Group, Triputra Group, Wilmar Group dan Bakrie Group. Pelanggaran komitmen perlindungan gambut yang ditemukan sebagian besar meliputi pemanfaatan area lindung gambut dengan kedalaman lebih dari 3 meter untuk tanaman ekstraktif, tidak adanya upaya pemulihan gambut paska terbakar, dan pemanfaatan area bekas terbakar untuk tanaman ekstraktif.

 

Baca laporan selengkapnya pada lampiran berikut: Kajian: Pendanaan Bank Plat Merah kepada Perusahaan Perusak Gambut

Support Us

Share this information with your family and friends.