Hotspot Spike Endangers Children's Health and Worsens Gender Inequality
By Admin
Meskipun tren ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih fluktuatif, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ancaman ini belum sepenuhnya mereda. Sepanjang periode 1–14 September 2026, Pantau Gambut mencatat sebanyak 139.378 titik panas tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dominasi titik panas terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, di mana Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menyumbang hingga 78% dari total titik panas nasional. Yang memprihatinkan, mayoritas titik panas justru terdeteksi di Kawasan Fungsi Lindung Gambut (57%), area yang seharusnya dijaga ketat agar tidak terganggu. Selain itu, aktivitas titik panas juga dominan ditemukan di wilayah bekas proyek Food Estate Kalimantan Tengah serta area pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan.
Aktivitas pembukaan lahan di area konsesi korporasi (HGU dan PBPH) turut menjadi pemicu utama berulangnya bencana ini. Tanpa penegakan hukum yang tegas serta perlindungan ekosistem yang konsisten, karhutla gambut akan terus menjadi ancaman tahunan bagi stabilitas iklim dan kehidupan masyarakat.
Poin-Poin ringkas informasi penting:
Baca lembar faktanya melalui tautan di bawah ini.