By Admin
from Pantau Gambut
[This page will be translated soon]
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area perkebunan sawit di Teluk Bintuni, Papua Barat, 3 September 2026 ©Panah Papua
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area perkebunan sawit di Teluk Bintuni, Papua Barat, 3 September 2026 ©Panah Papua

Meskipun tren ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih fluktuatif, kondisi di lapangan menunjukkan bahwa ancaman ini belum sepenuhnya mereda. Sepanjang periode 1–14 September 2026, Pantau Gambut mencatat sebanyak 139.378 titik panas tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Dominasi titik panas terkonsentrasi di Pulau Kalimantan, di mana Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat menyumbang hingga 78% dari total titik panas nasional. Yang memprihatinkan, mayoritas titik panas justru terdeteksi di Kawasan Fungsi Lindung Gambut (57%), area yang seharusnya dijaga ketat agar tidak terganggu. Selain itu, aktivitas titik panas juga dominan ditemukan di wilayah bekas proyek Food Estate Kalimantan Tengah serta area pembebasan lahan Proyek Strategis Nasional di Papua Selatan.

Aktivitas pembukaan lahan di area konsesi korporasi (HGU dan PBPH) turut menjadi pemicu utama berulangnya bencana ini. Tanpa penegakan hukum yang tegas serta perlindungan ekosistem yang konsisten, karhutla gambut akan terus menjadi ancaman tahunan bagi stabilitas iklim dan kehidupan masyarakat.

Poin-Poin ringkas informasi penting:

  1. Terdeteksi 139.378 titik panas pada 1–14 September 2026 (rata-rata 9.955 titik/hari) secara nasional.
  2. Kalimantan Tengah menjadi wilayah terparah dengan sumbangan 77.311 titik panas terbanyak (55%), disusul Kalimantan Barat dengan 31.595 titik (23%). Gabungan keduanya menguasai 78% titik panas nasional.
  3. 40,1% titik panas di Kalteng (31.022 titik) terkonsentrasi di bekas area Food Estate (terbanyak di Blok C).
  4. 90,9% titik panas di Papua Selatan (4.432 titik) berada di area pembebasan lahan SK Menhut No. 591/2025.
  5. Titik panas tertinggi di sektor kehutanan (PBPH) ditemukan di konsesi PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (3.126 titik), sedangkan di sektor perkebunan (HGU) tertinggi ada di PT Central Sejahtera Sukses (2.179 titik).

Baca lembar faktanya melalui tautan di bawah ini.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah, 15 September 2026 ©WALHI Kalteng

Support Us

Share this information with your family and friends.